Museum History of Java Simpan Peninggalan dan Dokumentasi Budaya Jawa


Museum Sejarah Jawa atau Museum History of Java di Jalan Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta diharapkan dapat menambah daya tarik wisata bagi daerah tersebut. Di museum itu disimpan berbagai koleksi peninggalan dan dokumentasi budaya Jawa. Foto: Antaranews.com / Hery Sidik

Minggu, 21 April 2019 ― 11.15 WIB
Bantul, joglonews.com ― Keberadaan Museum Sejarah Jawa atau Museum History of Java di Jalan Parangtritis, Desa Bangunharjo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, diharapkan ikut menyemarakkan daya tarik wisata bagi daerah tersebut. Di museum itu disimpan berbagai koleksi peninggalan dan dokumentasi budaya Jawa.
"Berbicara Bantul itu pintu masuk salah satunya Jalan Parangtritis. Harapannya, mudah-mudahan keberadaan museum itu bisa menjadi salah satu daya tarik juga," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Minggu (21/4/2019).
Menurut dia, Museum Sejarah Jawa yang belum lama dibuka ini, makin dikenal masyarakat menyusul Festival Mi Bantul yang digelar Dinas Pariwisata di kompleks museum itu beberapa waktu lalu.
Dikatakan, museum ini memang dikelola pihak swasta, namun hal itu bukan menjadi kendala dalam upaya memajukan sektor pariwisata Bantul. "Berbicara pariwisata, prinsipnya, tidak berbicara swasta, pemerintah atau pun masyarakat, tapi berbicara bahwa ini bisa menjadi daya tarik," tuturnya.
Ketika ada daya tarik wisata, tambahnya, maka di sekitar kawasan tersebut berdampak pada munculnya berbagai usaha baru, misalnya kuliner atau usaha lain yang berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat.
Disebutkan, di wilayah Bantul juga terdapat beberapa wahana wisata air yang dikelola swasta, yang tentu berdampak pada sektor ekonomi masyarakat, sebab ketika orang datang ke Bantul mereka belanja atau jajan di sekitarnya.
Penulis: Wawan Maryanto
Editor: H. J. Ciptosubarjo
Sumber: Antaranews.com

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh chuwy. Diberdayakan oleh Blogger.