Residivis Curanmor Beraksi Lagi, Didor Kakinya

Anggota Polresta Surakarta memeriksa dua residivis kasus pencurian sepeda motor di Mapolresta, Jumat (6/12/2019). Dugaan curanmor terjadi di Jalan Garuda VII/18 RT 03 RW 02 Manahan, Banjarsari, Solo. Foto: Bambang Dwi Marwoto.

Sabtu, 7 Desember 2019 ― 02.00 WIB
Solo, joglonews.com ― Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta memeriksa dua pelaku residivis kasus pencurian sepeda motor yang beraksi di Jalan Garuda VII/18 RT 03 RW 02 Manahan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah (Jateng).
Kepolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai melalui Wakasatreskrim, AKP Widodo, di Solo, Jumat (6/12/2019) mengatakan, dua pelaku pencurian yang juga residivis kasus yang sama kini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
Keduanya itu yaitu Heru Cahyono (34), warga Dukuh Daleman, Doplang, Teras, Boyolali dan Hafidh Awaludin Larsyanto (28), warga Mojosongo, Jebres, Solo.
Polisi berhasil menangkap keduanya usai mencuri sepeda motor Honda Scoopy nopol AD 6922 LA, milik korban Savitri EK, warga Banjarsari, Solo, Rabu (4/12/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.
Polisi terpaksa melumpuhkan kedua pelaku dengan timah panas di kakinya, karena hendak kabur saat ditangkap. Keduanya pada 2018 pernah ditangkap dan dihukum 10 bulan karena kasus yang sama.
Pelaku beraksi dengan modus mendatangi rumah korban dengan pura-pura mencari seorang temannya. Lalu, kedua pelaku memanfaatkan situasi rumah korban yang ditinggal penghuninya tanpa dikunci pintunya.
Kemudian, pelaku mengambil kunci sepeda motor yang diletakkan di atas sofa dan membawa kabur sepeda motor korban.
"Sepeda motor hasil cuian sempat diganti nomornya dan dijual ke Wonogiri, seharga Rp 2,5 juta. Keduanya belum lama keluar dari tahanan dan kini tertangkap lagi mencuri berdua," ujarnya.
Polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti Honda Scoopy warga coklat Nopol AD 6922 LA dan satu pasang plat nomor palsu KT 5463 CH dan sebuah mobil Avanza warna hitam Nopol B 1853 TOY yang digunakan untuk sarana pencurian.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayar (1) ke-4e KUHP, tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan, ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Penulis: Ignas Siswanti
Editor: H. J. Ciptosubarjo
Sumber: Antaranews.com

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh chuwy. Diberdayakan oleh Blogger.